Monday, April 2, 2018

Internalisasi Alquran Dalam Jiwa Generasi Muda


Pemerintah dengan program penguatan pendidikan karakternya benar-benar berusaha melindungi generasi bangsa dari perubahan zaman yang ekstrim. Peradaban berkembang begitu cepat seiring pesatnya kemajuan di bidang informasi dan teknologi. Generasi muda dihadapkan pada fenomena degradasi moral, radikalisme pelajar, pornografi dan porno aksi di kalangan pelajar yang semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Hal ini yangmenjadi PR buat para pelaku pendidikan dalam hal ini sekolah sebagai lembaga pendidikan diharapkan memiliki kontribusi  positif dalam  menghadirkan nilai-nilai keagamaan pada setiap jiwa siswa, sehingga pengalaman keagamaan di sekolah akan membentuk mental dan sikap relijius pada setiap siswa. Sebagai generasi muslim sudah semestinya kita mengambil peran dalam masyarakat untuk menghadirkan kembali syiar islam dalam rangka membantu membentuk mental dan membangun karakter generasi muda yang  dekat dengan Alquran.
Di saat banyak sekolah masih dituntun untuk menemukan konsep terbaik dalam  implementasi program penguatan pendidikan karakter.  Sekolah Islam Athirah Bone sebagai salah satu sekolah Islam boarding terbaik di Kabupaten Bone dan Sulawesi selatan hadir dengan inovasi dan kreativitas untuk menghadirkan Alquran  di tengah-tengah masyarakat.  Hal ini dilakukan sebagai  upaya menginternalisasi alquran dalam jiwa setiap generasi muda di tengah-tengah masyarakat.
Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah menginisiasi “Gerakan Cinta Alquran”, yakni sebuah gerakan syiar Islam di tengah –tengah masyarakat oleh siswa dan siswi  SMA Islam Athirah Bone. beberapa kegiatan yang dilaksanakan antara lain, Program Imam dan Khatib di Masjid, Guru Mengaji di TKA dan TPA, Seruan Dakwah di Musala dan di Media Sosial.
Imam dan Khatib di Masjid Warga
Setidaknya tiga kali dalam seminggu, dua orang siswa ditugaskan untuk menjadi Imam salat magrib di Masjid sekitar sekolah. Selain itu memenuhi undangan khutbah Jumat  juga tidak jarang datang untuk siswa melalui gurunya. Kegiatan ini disambut baik oleh masyarakat di sekitar sekolah. Mereka bersyukur dapat ikut merasakan hasil dari tangan dingin pengajar-pengajar Sekolah Islam Athirah yang menghasilkan siswa-siswa yang mumpuni dalam bidang agama dan berwawasan luas. Kegiatan yang digawangi oleh Ahmad Raden Ali Tjendra, Siswa SMA Kelas XI ini mendapatkan dukungan penuh dari sekolah dan orang tua siswa.
Selain menjadi imam, siswa-siswi SMA Islam Athirah juga mengadakan program mengajar Alquran untuk anak-anak TKA dan TPA yang ada di sekitar lingkungan sekolah. Minimal seminggu sekali mereka hadir untuk menggantikan guru mengaji di tiga TKA-TPA di sekitar sekolah. Para santri yang sedikitnya berjumlah 30 puluh orang setiap minggunya sangat senang dan antusias dengan adanya program ini. Mereka jadi mendapat suasana baru saat belajar mengaji karena dibimbing oleh kakak-kakak yang masih remaja. Tidak hanya itu, siswa-siswa SMA Islam Athirah bahkan menyediakan snack untuk anak-anak yang ikut mengaji di sore hari tersebut.
Siswa dan siswi sekolah Islam Athirah yang cinta Alquran terus berinovasi  dan menghadirkan kreativitas tinggi dalam melaksanakan program Athirahh Cinta Alquran. Salah satunya adalah menghadirkan program “Q n A Seruan Dakwah”, yakni program tanya jawab seputar permasalahan remaja di Musala Fatimah Kalla setiap minggunya. Program ini menjadi favorit siswa karena acara yang narasumbernya  dipilih dari pembina alquran ini berisi tanya jawab seputar permasalahan yang siswa alami, baik di sekolah maupun di tempat tinggalnya.  Mereka boleh bertanya melalui secarik kertas, yang nantinya akan dijawab oleh guru pembina alquran. Isi pertanyaannya pun bermacam-macam, mulai dari fiqih, ibadah, sampai dengan urusan pribadi, semuanya dijawab berdasarkan sudut pandang Alquran dan Alhadits.
Ekspansi Program Alquran ke Media Sosial
Sebagai generasi  “jaman now” yang Qurani, siswa dan siswi Sekolah Islam Athirah pun tak ingin ketinggalan di dunia informasi dan teknologi dengan  menghadirkan akun resmi di media sosial, yang menghadirkan konten-konten islami. Salah satunya adalah facebook dan Youtube. Di akun berbagi video milik google ini, siswa-siswi yang Athirah Bone yang hadir dengan akun “SMA Athirah Bone” ini membagikan video ceramah agama, kajian fiqih, dan kegiatan sekolah yang dibawakan oleh siswa dan siswi. Selain itu dalam waktu dekat OSIS SMA Islam Athirah Bone akan menghadirkan kelas bahasa Arab di Youtube untuk membantu netizen yang ingin belajar bahasa arab via video.
Deretan program Qurani yang digalakkan siswa dan siswi Sekolah Islam Athirah Bone adalah wujud dari peran siswa untuk menghadirkan Alquran di tengah-tengah masyarakat. Mereka tidak hanya menjadi subjek pembelajar di sekolah, tetapi juga mampu menunjukkan bahwa teori yang selama ini didapatkan juga dapat diimplementasikan di luar sekolah. Melalui program-program keagamaan yang kreatif dan inovatif, Sekolah Islam Athirah Bone diharapkan dapat tampil sebagai agen perubahan masyarakat. Bersama-sama mewujudkan generasi muda islam yang berkarakter, berbudi luhur, dan cinta dengan alquran.

No comments:

Post a Comment

Meningkatkan Kualitas Pendidikan Indonesian Melalui Peran dan Kontribusi Perguruan Tinggi

  Oleh Dosen IAIN Bone_ Evelina Satriya Salam, S.Pd.,M.Pd.   Pendidikan merupakan pilar utama kemajuan suatu bangsa, dan guru adalah jan...