Monday, December 29, 2025

Meningkatkan Kualitas Pendidikan Indonesian Melalui Peran dan Kontribusi Perguruan Tinggi

 

Oleh Dosen IAIN Bone_ Evelina Satriya Salam, S.Pd.,M.Pd.


 

Pendidikan merupakan pilar utama kemajuan suatu bangsa, dan guru adalah jantung dari sistem tersebut. Di Indonesia, data dari Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 menunjukkan bahwa skor literasi dan numerasi siswa Indonesia masih berada di bawah rata-rata global. Secara internal, hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) selama beberapa tahun terakhir menunjukkan rata-rata nasional yang belum mencapai angka 60 dari skala 100.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa jumlah lulusan sarjana pendidikan setiap tahunnya mencapai angka ratusan ribu, namun distribusi dan kualitasnya belum merata. Berdasarkan data Kemendikbudristek, Indonesia seringkali mengalami surplus lulusan guru secara kuantitas, namun mengalami defisit pada aspek kompetensi pedagogik dan penguasaan teknologi digital yang adaptif terhadap kurikulum baru.

Akar masalah dari rendahnya mutu guru seringkali bermuara pada proses hulu di perguruan tinggi, khususnya fakultas pendidikan atau LPTK. Pertama, kurikulum di banyak perguruan tinggi masih bersifat teoretis dan kurang memberikan porsi praktis yang mendalam (klinis). Mahasiswa calon guru lebih banyak menghabiskan waktu di ruang kelas daripada melakukan observasi dan praktik langsung di sekolah laboratorium.

Kedua, adanya kesenjangan (mismatch) antara materi yang diajarkan di kampus dengan realitas Kurikulum Merdeka di sekolah. Ketiga, standar seleksi masuk fakultas keguruan yang seringkali dianggap sebagai "pilihan kedua" mengakibatkan input mahasiswa tidak selalu memiliki minat atau bakat terbaik di bidang pengajaran. Hal ini diperparah dengan fasilitas laboratorium kependidikan yang belum memadai di berbagai daerah.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, perguruan tinggi harus melakukan reformasi fundamental. Solusi pertama adalah Restrukturisasi Kurikulum Berbasis Sekolah (Clinical-Based Teacher Education). LPTK harus bekerja sama erat dengan sekolah-sekolah mitra untuk memastikan mahasiswa sejak semester awal sudah terpapar dengan ekosistem kelas yang nyata.

Solusi kedua adalah penguatan program Pendidikan Profesi Guru (PPG). PPG harus bertransformasi menjadi kawah candradimuka yang tidak hanya formalitas sertifikasi, tetapi benar-benar menguji ketangkasan guru dalam metodologi Problem-Based Learning dan pemanfaatan AI dalam pendidikan. Selain itu, perguruan tinggi perlu mengintegrasikan riset-riset terbaru dalam pendidikan (EBD - Evidence-Based Education) ke dalam bahan ajar, sehingga calon guru tidak hanya mengajar berdasarkan intuisi, tetapi berdasarkan data ilmiah.

Melalui perbaikan di tingkat fakultas, diharapkan lahir generasi guru yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga memiliki resiliensi dan empati tinggi. Perguruan tinggi adalah pabrik peradaban; jika mesin produksinya diperbaiki, maka produk yang dihasilkan—yakni guru—akan mampu membawa siswa Indonesia bersaing di kancah internasional.

Peningkatan mutu pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat, melainkan bermula dari keseriusan dekanat dan dosen di fakultas pendidikan dalam mendidik calon guru. Dengan sinergi antara regulasi yang tepat dan kualitas pendidikan tinggi yang mumpuni, Indonesia Emas 2045 bukan sekadar impian, melainkan keniscayaan yang dibangun dari ruang-ruang kelas yang inspiratif.

Sumber Pustaka

  • Kemendikbudristek. (2022). Ringkasan Eksekutif Hasil PISA 2022. Jakarta: Pusat Asesmen Pendidikan.
  • Lortie, D. C. (2020). Schoolteacher: A Sociological Study. University of Chicago Press. (Tentang sosialisasi guru).
  • Mulyasa, E. (2021). Menjadi Guru Profesional: Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
  • Sahlberg, P. (2021). Finnish Lessons 3.0: What Can the World Learn from Educational Change in Finland?. Teachers College Press. (Rujukan perbandingan kualitas LPTK).
  • Undang-Undang RI No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

 

No comments:

Post a Comment

Meningkatkan Kualitas Pendidikan Indonesian Melalui Peran dan Kontribusi Perguruan Tinggi

  Oleh Dosen IAIN Bone_ Evelina Satriya Salam, S.Pd.,M.Pd.   Pendidikan merupakan pilar utama kemajuan suatu bangsa, dan guru adalah jan...