Target Tak Lulus di
Ramadhan Ini
Deretan
jamaah duduk rapi berbalut busana putih.
Malam Ramadhan pertama kami lewati di musholla di awal Juni tahun 2016.
Meski sempat khawatir ada perbedaan dengan organisasi Islam yang lebih dulu
menentukan 1 Ramadhan. Masjid di
seberang sebelumnya sayup-sayup mengumumkan kalau pelaksanaan shalat taraweh
dilaksanakan besok, bukan hari ini. Ternyata Ramadhan dimulai dengan semangat
yang sama dan waktu yang sama.
Semua jamaah terbawa aura Ramadhan. Ustad Haeruddin naik ke mimbar selepas shalat isya yang khusyu’. Beliau menyampaikan keutamaan-keutamaan bulan suci ramadhan. Sunnah-sunnah yang dihidupkan, beberapa mitos yang selama ini berkembang di masyarakat, serta beberapa penjelasan mengenai ritual ibadah, tahun sejarah yang harus diluruskan karena tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Beberapa yang jelas-jelas salah karena haditsnya lemah atau sumbernya tidak jelas itu sedikit banyak dikonsumsi mentah-mentah karena ketidaktahuan dan untuk alasan yang klise “Membenarkan yang biasa. “
“Di
bulan Ramadhan, pintu surga dibuka selebar-lebarnya, dan pintu neraka ditutup serapat-rapatnya. Semua
setan dibelenggu, bukan dengan dengan rantai gelang, tetapi dengan besi yang
tidak bisa dijelaskan dengan lisan saking kuat dan kerasnya.” Lirih seruan da’i lulusan Al Azhar Kairo tersebut, namun
membuat jamaah senyap, khidmat menyimaknya.
Ada
yang meloncat-loncat di benakku saat
beliau mengatakan bahwa semua setan dibelenggu di bulan suci Ramadhan. Lalu
pertanyaannya adalah kalau kita kemudian melakukan dosa semisal berbohong atau
bergosip, siapa yang musti disalahkan? Kalau kita kemudian ngences melihat kolak pisang di meja makan saat di rumah sendirian,
siapa yang musti disalahkan? Bukannya itu adalah tugasnya setan?
Ternyata bulan Ramadhan ini adalah ajang praktik untuk semua umat yang digoda
setan di 11 bulan sebelumnya. Mereka yang lulus dalam ujian praktik tentu menjadi simbol
keberhasilan setan dalam menggoda dan memengaruhi umat selama 11 bulan . Sedangkan
yang gagal melewati ujian praktik akan
mendapatkan predikat muttaqin. Mereka mendapat pengampunan dan kembali
fitrah di hari yang fitri. Semoga kita semua termasuk yang tidak lulus. Amin.
Panyula, 06 Juni
2016
No comments:
Post a Comment