Makhluk apakah hukum inertia itu? Menurut Newton
setiap benda cenderung mempertahankan posisinya. Benda bergerak cenderung untuk
terus bergerak, benda diam cenderung untuk tetap diam. Jadi, orang yang diam
cenderung ingin tetap diam dan orang yang bergerak cenderung tetap bergerak.
Pernahkah anda merasa kesulitan untuk berbicara
dengan seseorang. Orangnya sangat ngirit kata-kata dan bahkan ngirit gerakan.
Lebih banyak diam seperti patung. Kadang justru kita yang jadi salah tingkah.
Kita semangat menjelaskan suatu ide namun tanggapannya dingin, tak bergerak,
tak bergeming. Suasana yang tanpa harapan inibisa anda cairkan dengan
membuatnyabergerak. Anda bisa memintanya untuk berdiri atau berjalan melihat
suatu pemandangan dari balik jendela ruang kerjanya. Anda bisa juga meminta
secangkir kopi agar dia bergerak membuatkan kopi untuk anda. Apa pun caranya
buatlah agar dia bergerak.
Berbagai penelitian mengungkapkan bahwa cara
termudah untuk mengubah cara berpikir seseorang adalah dengan mengupayakan agar
ia mau menggerakkan tubuhnya. Bila ia duduk, pancinglah agar ia berdiri, bila
ia berdiri, ajak agar ia duduk. Pernahkah anda melihat orang yang masuk suatu
ruangan langsung marah-marah tak karuan? Tak lama kemudian terlihat seseorang
menghampiri, menepuk pundaknya dan mengajaknya duduk. Jalan keluar terhadap
masalahnya belum ketemu dan yang menjadi penyebab dia marah juga belum
terselesaikan, tapi anehnya kemarahan orang ini menjadi agak reda dan pada
beberapa kasus orang yang tadinya marah-marah malahan sudah dapat tersenyum.
Memaksimalkan
Diri Sendiri
Prinsip inertia ini juga sangat baikdigunakan untuk
memengaruhi diri anda sendiri. Bila
anda bisa memanfaatkannya, hukum ini
sangat nyata membantu anda berprestasi, namun bila anda tidak dapat
mengendalikannya, hukum ini pula yang akan membuat anda terpuruk dan
menguburkan cita-cita. Saya sering kali mengalaminya dan sangat terbantu dengan
melakukan prinsip ini.
Sepulang kerja badan biasanya loyo, pikiran
terkuras. Demikian pula hari itu, dengan letih dan sisa tenaga, saya bersandar
di sofa ruang keluarga dan tangan memainkan remote televisi mencari chanel yang
menghibur. Disinilah hukum inertia ini bekerja, saya berusaha mempertahankan
posisi dengan tetap duduk dan melihat
televisi. Saran sang istri agar cepat mandi supaya segar tak digubris. Pernah
suatu ketika saya terlelap.
Entah lelah atau segar, saya melihat banyak orang
terpaku dengan televisi. Berganti dari satu sinetron ke mega sinetron
berikutnya. Sesungguhnya yang membuat orang terpaku melihat sinetron bukan
tayangan sinetronnya, namun karena kecenderungan orang untuk memertahankan
posisinya, yaitu duduk dan lihat
sinetron. Bahkan seringkali saya melihat orang tertidurdi depan televisi
menyala. Untuk sekedar mematikan televisi dan pindah kamar tidur saja susahnya
minta ampun. Itulah hukum kekuatan inertia.
Setelah mengetahui prinsip ini, saya mulai mengubah
strategi. Setiap saya mulai terpaku untuk suatu kegiatan tidak produktif,
misalnya menontn televisi. Saya segera menghentikannya. Saya bergerak, mandi, makan,
atau kegiatan apa pun untuk menstop proses ‘pemasungan ‘ ini. Kemudian secara
sengaja saya melakukan kegiatan produktif dan membiarkan hukum inertia bekerja dengan memaku saya pda kegiatan
produktif tersebut.
Jadi, secara sengaja saya mencabut paku untuk
kegiatan non produktif. Saya bisa merampungkan buku dengan lebih cepat. Saat
saya menulis, saya cenderung ingin mempertahankan posisi saya, yaitu menulis.
Termasuk ketiksa saya sedang mengetik tulisan anda baca ini. Saya ingin tetap
menulis dan enggan melakukan yang lain.
Apa kegiatan produktif anda? Apa kegiatan yang akan
membantu anda menggapai cita-cita? Walaupun awalnya malas, enggan melakukan,
lakukan sajalah, mulai saja karena pada saatnya anda justru ingin tetap
melakkan dan tidak ingin berhenti.
Pernahkan anda, saudara, atau rekanada sulit
dibangunkan? Entah sudah tidur lama atau baru sebentar, bila orang tidak punya
goal atau sesuatu untuk dikerjar, kebanyakan orang sulit dibangunkan. Lima
menit lagi, tanggung nih lagi mimpi apa,
atau apalah alasannya. Jam weker atau
alarm yang sudah disetel juga dimatikan lalu tidur lagi. Bila ada orang yang
setengah berteriak, “Cepat bangu, sudah jam enam, nanti terlambat lho?” barulah
bergegas bangun karena takut terlambat.
Bila orang punya tujuan/goal akan membuatnya cepat
bangun. Janjian dengan seseorang, menghadiri pesta, olahraga bersama, atau
apapun. Namun bila ia tidak mempunyai acara, misalnya sabtu-minggu atau hari
libur dan orang ini baru ada perjanjian saat jam makan siang, biasanya orang
tersebut sulit untuk bergegas bangun. Itulah kekuatan hukum inertia,
waspadalah!
Terapkan hukum inertia
untuk keberhasilan anda. Terlebih dahulu terapkan untuk diri. Jadikan ia sekutu
anda. Kemudian terapkan pada orang sekelilingnya agar anda dapat mendapatkan pengaruh
sesuai dengan keinginan anda. (Awan
Santosa, 2010:61. Psikologi Persuasi. Jakarta: Elex Media Computindo)

No comments:
Post a Comment