Untuk mengatasi suatu konflik biasanya diadakan jalur musyawarah dengan tujuan menyelesaikan masalah tanpa akibat yang tidak diinginkan oleh kedua belah pihak yang bertikai. Di dalam musyawarah ini biasanya terjadilah negosiasi antara pihak-pihak yang bertikai maupun diwakilkan. Nah, untuk menuliskan negosiasi ke dalam sebuah teks tertulis maka dibuatlah teks negosiasi. Bukan hanya konflik yang berhubungan dengan teks negosiasi, namun banyak sekali unsur kehidupan kita yang membutuhkan kepiawaian melakukan negosiasi, misalnya mendaftar di perusahaan, menawar harga barang, dan sebagainya. Kali ini kita akan mencoba untuk menganalisis struktur teks negosiasi.
Menganalisis Struktur Teks Negosiasi
Pengertian Teks Negosiasi
Negosiasi dilakukan karena pihak-pihak yang berkepentingan perlu membuat
kesepakatan mengenai persoalan yang menuntut penyelesaian bersama.
Tujuan negosiasi adalah untuk mengurangi perbedaan posisi setiap pihak.
Mereka mencari cara untuk menemukan butir-butir yang sama sehingga
akhirnya kesepakatan dapat dibuat dan diterima bersama.
Struktur Teks Negosiasi
Struktrur dari teks negosiasi terdiri dari pembuka, isi, dan penutup.
Pembuka
Pada tahap ini, negosiasi dimulai dengan mengucapkan salam atau memberi
sapaan. Contoh yang lazim digunakan adalah "Selamat siang/sore/pagi"
atau Assalamu' alaikum, Pak. Setelah melakukan sapaan yang dilakukan
selanjutnya adalah memperkenalkan diri kedua pihak.
Isi
Di bagian isi tujuan dari negosiasi disampaikan dan mulailah terjadi inti pembicaraan dalam negosiasi.
Penutup
Jika telah dilakukan negosiasi maka dilakukan sapaan penutup untuk mengakhiri percakapan.
Untuk lebih memahaminya Anda dapat melihat contoh teks negosiasi ini.
Untuk lebih memahaminya Anda dapat melihat contoh teks negosiasi ini.
Teks negosiasi
sangat penting untuk kita pelajari, adakalanya nanti akan bermanfaat
bagi kehidupan kita kelak di masa yang akan datang. Semoga memberi
manfaat ke pada Anda.
Contoh Teks Negosiasi
BERBURU
BUAH
Di pagi hari yang cerah ini , kelas x
iis al-alim ditugaskan untuk ke pasar panyula untuk melakukan praktek negosiasi
dengan para penjual . Berikut dialog yang terjadi di antara mereka .
ICAL
: “Berapa harga lansatnuya bu..?”
PENJUAL : “Harganya Rp 5.000,-/kg”
ICAL
: “Kalau Rambutannya, bu..?”
PENJUAL : “Harganya Rp 10.000,-/kg”
ICAL
: “harganya bias diturunin dikit nggak bu ?”
PENJUAL : “Nggak bisa dek ! modalnya itu
mahal.”
ICAL
: “Bagaimana kalau langsat 1 kg dan rambutan 1 kg seharga Rp
10.000,- bu”
PENJUAL : “Nggak bisa dek, bisa bisa ibu
bankrut nak !”
ICAL
: “bagaimana kalau Rambutannya Rp 8.000,-/kg..!”
PENJUAL : “Tidak bisa nak, bahkan di kota
harganya itu 15.000,-/kg
Kelompok
buah buah berembuk selama beberapa menit.
ICAL
: “Harganya memanng segitu ya bu, udah nggak bisa turun sama sekali bu
?”
PENJUAL : “Udah nggak bisa nak, seandainya
harganya bisa diturunkan pasti saya berikan”.
ICAL
: “Harganya masih sangat mahal, bu..!”.
PENJUAL : “Harganyua memang segitu nak,
ditambah dengan rasanya yang manis dan enak ! Kalau nggak
percaya silahkan dicoba !
ICAL
: “(ini yang saya tunggu-tunggu, akhirnya saya bisa makan buah secara
gratis, hahaha) iyaa bu,”
Beberapa menit kemudian, setelah ical
mencicipi lezatnan menggairahkan buah itu, ical pun mengeluarkan beberapa kata.
ICAL
: “Iya, bu rasa buahnya sangat lezat.”
PENJUAL : “Bagaimana ? jadi tidak ?
ICAL
: “Harganya sudah tidak bisa kurang lagi, bu?”
PENJUAL : “Tidak bisa nak, bagaimana ?”
ICAL
: “Yah sudah bu, saya beli 1 kg, tapi rambutannya bisa ditambah tidak?”
PENJUAL : “bisa, ini saya sudah tambah 2
ons”
ICAL
: “makasih, bu”
PENJUAL : “sama sama, nak” 
No comments:
Post a Comment