Wednesday, October 13, 2010

MARAH



Marah bisa keluar karena persoalan-persoalan yang kita miliki dan belum terselesaikan. Misalnya, masalah keluarga, tugas-tugas kuliah, uang dan pekerjaan rumah yang bertumpuk. Ketika kita merasa banyak terbebani oleh persoalan-persoalan, sensifitas hati dalam diri kita lebih banyak bekerja dari pada menggunakan pikiran sehatnya. Sehingga ketika kita merasa tersinggung, otak kita menjadi blank karena kuatnya dorongan hati untuk melakukan sesuatu. Jalan untuk menghindari kemarahan yang bisa berakibat fatal, mau nggak mau kita harus belajar mengendalikan diri dengan cara berfikir bahwa menonjok orang yang salah adalah salah. Sebab sekecil apapun beradu fisik akan berbuntut pahit.

No comments:

Post a Comment

Meningkatkan Kualitas Pendidikan Indonesian Melalui Peran dan Kontribusi Perguruan Tinggi

  Oleh Dosen IAIN Bone_ Evelina Satriya Salam, S.Pd.,M.Pd.   Pendidikan merupakan pilar utama kemajuan suatu bangsa, dan guru adalah jan...