Marah bisa keluar karena persoalan-persoalan yang kita miliki dan belum terselesaikan. Misalnya, masalah keluarga, tugas-tugas kuliah, uang dan pekerjaan rumah yang bertumpuk. Ketika kita merasa banyak terbebani oleh persoalan-persoalan, sensifitas hati dalam diri kita lebih banyak bekerja dari pada menggunakan pikiran sehatnya. Sehingga ketika kita merasa tersinggung, otak kita menjadi blank karena kuatnya dorongan hati untuk melakukan sesuatu. Jalan untuk menghindari kemarahan yang bisa berakibat fatal, mau nggak mau kita harus belajar mengendalikan diri dengan cara berfikir bahwa menonjok orang yang salah adalah salah. Sebab sekecil apapun beradu fisik akan berbuntut pahit.
No comments:
Post a Comment