Thursday, March 27, 2014

PEMBUKAAN FESTIVAL ANAK SHALEH INDONESIA (FASI) Tingkat Propinsi Sulsel


Senin, 24 Januari 2014, Festival Anak Shaleh Indonesia (FASI) tingkat Provinsi kembali hadir di depan mata. Dalam acara tersebut, Bapak Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan juga menghadiri acara tersebut untuk membuka secara resmi kegiatan ini. Karena tingkat Provinsi, maka peserta yang hadir berasal dari seluruh kabupaten/kota yang berada di Sulawesi Selatan.  Festival Anak Shaleh Indonesia kali ini diselenggarakan di Kabupaten/Kota Soppeng. “Masyarakat yang tinggal di kota Soppeng ini adalah orang-orang yang baik lagi ramah. Soppeng juga merupakan tempat yang kondusif untuk dilaksanakannya FASI”, ujar salah satu pengurus BKPRMI Kabupaten Bone. Acara pembukaan ini berlangsung sangat meriah karena bersamaan dengan diselenggarakannya peringatan hari jadi Soppeng yang ke 753. Juga diiringi dengan musik drumband dari beberapa sekolah yang ada di Kota Soppeng. Serta diselingi oleh persembahan-persembahan dari beberapa TK/TPA yang ada di kota Soppeng. Di antaranya, persembahan tari Klausa dan menirukan gerak kalong. Acara pembukaan tersebut ditutup dengan sorak-sorai dari para peserta Festival.
Festival Anak Shaleh Indonesia (FASI) merupakan kegiatan rutinitas yang diadakan setiap tahun. Kali ini merupakan penyelenggaraan FASI yang ke IX. Adapun kegiatan pada kali ini, tingkat kecamatan se-Kabupaten Bone diadakan di desa Passempe’. Sedangkan tingkat kabupaten se-Provinsi Sulawesi Selatan berlangsung di Kabupaten/Kota Soppeng. (Zulqoyyimah)

Monday, March 17, 2014

Pelaksanaan UTS Semester Genap: Generasi Jujur Generasi Masa Depan Athirah Boarding School

Watampone. Selasa (18/03) Sekolah Islam Athirah Boarding School Bone menggelar Ujian Tengah Semester Genap 2013/2014. Pelaksanaan UTS di hari ketiga ini dilaporkan berlangsung khidmat, aman dan terkendali. Format ujian yang dilaksanakan pun masih sama dengan pelaksanaan ujian-ujian pada tahun sebelumnya, yaitu ujian tanpa pengawasan. Suasana yang tercipta pun sejauh ini masih tetap kondusif. Sedapat mungkin  segala bentuk kegiatan moncontek harus dihindari,  karena konsekuensi yang akan diterima tentu akan sebanding dengan apa yang siswa lakukan (baca: Menyontek). Sanksi berat akan menunggu dengan resiko paling berat adalah dikeluarkan dari sekolah.Semua ini seperti yang telah menjadi komitmen sekolah, yakni

mewujudkan generasi pemimpin jujur di masa depan.
Di hari pertama pelaksanaan UTS (14/03) tak banyak siswa yang mengeluh. Namun pada hari kedua dan ketiga ini mulai terlihat beberapa siswa yang mengeluh pusing dan sedikit mengantuk, bahkan ada beberapa yang kedapatan tertidur sejenak di ruang ujian. Beberapa kordinator kelas memaklumi hal tersebut mengingat  masih pada tataran yang wajar dan manusiawi. “Tertidur di kelas masih biasa kami temukan. Tapi menurut saya itu manusiawi mengingat kerasnya usaha mereka belajar pada malam harinya. Bahkan sampai begadang juga.” Ujar Basri,S.Pd. salah satu kordinator ruang ujian yang bertugas untuk ruangan H pada jam pertama saat itu.

Saturday, March 8, 2014

Terima Kasih, Ada Buat Kami : Peringatan Hari Jadi Guru Athirah Bone

Athirah Bone. (8/4). “Kalian harus bersyukur karena dibimbing oleh guru-guru pilihan, guru-guru yang hebat. Pendidik pemimpin masa depan bangsa”. Itulah sepenggal sambutan Drs. H.M.Zuhri Wail, Kepala Sekolah Sekolah Islam Athirah Boarding School Bone pada Sabtu malam saat memberikan sambutan kepada sekitar 300 siswa dan siswi yang merayakan Hari Jadi Guru Sekolah Islam Athirah Boarding School Bone yang jatuh pada tanggal 9 Maret 2014. Acara yang dilaksanakan setiap tahun ini telah memasuki edisi ketiga. Beragam pentas seni ditampilkan siswa dan siswi sebagai persembahan untuk Bapak dan Ibu guru yang genap memasuki tahun ketiganya di sekolah yang beroperasi sejak tahun 2011 ini.  
Diawali pidato sambutan bapak Kepala Sekolah yang kemudian diikuti testimoni dari seorang siswa, penyampaian kesan-kesannya terhadap guru dan segala bentuk pengorbanannya. Acara kemudian diisi dengan koor indah paduan suara dari siswi-siswi kelas VII, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan puisi oleh siswa kelas XII SMA. Sebuah pentas drama yang dibawakan oleh siswa dan siswi SMA dan SMP kelas XII dan kelas IX mampu menguras air mata segenap tamu yang hadir di acara tersebut.  Sebuah penampilan yang menunjukkan betapa besar pengorbanan seorang guru terhadap kesuksessan siswa dan siswinya.

Penampilan beberapa band sekolah dan pembacaan puisi, serta pemutaran slide dokumentasi guru-guru Sekolah Islam Athirah menambah suasana haru malam itu. Acara kemudian ditutup dengan penampilan team art wushu yang menapilkan jurus-jurus yang membangkitkan semangat malam yang telah larut. Akhirnya, di akhir acara, semua siswa dan siswi segera beranjak dan bangkit memohon maaf atas apa yang selama ini mereka buat terhadap guru-gurunya. Salam-salaman dan pelukan hangat guru untuk siswa menambah semarak kesan acara ini yang sepenuhnya digarap oleh siswa.  “Siswa seperti mengajarkan ketulusan makna cinta untuk gurunya. Mereka tidak mengukur seberapa pintar guru mereka. Tetapi betapa peduli pendidik yang selama ini mendampingi mereka. Acara ini merupakan wujud apresiasi buat kami. Terima kasih kami ucapkan untuk anak-anakku tercinta. Siswa dan siswi Sekolah Islam Athirah Boarding School Bone. Ini bukan hanya bukti cinta kalian buat kami, tetapi ini bukti cinta kalian terhadap semua guru yang ada di muka bumi.” Tandas seorang guru yang sempat diwawancarai sesaat setelah acara berakhir.

Thursday, February 20, 2014

Athirah Olympic : Ajang Adu Kreasi di Seni Tari



BONE, Jumat (21/02), Sekolah Islam Athirah Boarding School Bone melaksanakan hari kedua kegiatan Athirah Olympic  Season II. Acara ini dilaksanakan oleh OSIS SMA Islam Athirah Bone bekerja sama dengan OSIS SMP Islam Athirah Bone. Athirah Olympic tahun ini disponsori oleh Toyota Kalla Cab. Bone, PT Alcomm Telkomsel Bone, PT. Frisian Flag, Athirah Megazine, dan Kalla Group. Pada kesempatan tersebut diadakan lomba non akademik, yaitu kreasi seni tari untuk SD dan SMP serta akustik untuk kategori serupa. “Acara Athirah Olympic tahun ini sangat meriah karena diadakan lomba non akademik, diantaranya tari kreasi dan akustik yang diikuti oleh anak-anak SD yang imut-imut dan lucu-lucu. Ini benar-benar menampilkan kesan meriah pada acara ini.” Komentar Surya Iswanto, salah satu panitia acara. Meriahnya acara tahun ini disebabkan banyaknya sekolah yang berpartisipasi. Setidaknya ada 5 kabupaten yang ikut memeriahkan acara tahunan ini, diantaranya SDN 21 Panyula, SDN 13 Biru, SDN Sengkang dan masih banyak lagi. Tidak hanya pesertanya yang heboh dari segi gerakan dan kostum, tetapi penonton juga tidak kalah hebohnya. “Acara ini diharapkan dapat membentuk generasi cerdas, kompetitif dan berkarakter” Ujar Akhmad Rifaldi selaku panitia Athirah Olympic (WAF).

Cerdas Berekspresi di Athirah Olympic Season II

Athirah Olympic dibuka dengan megahnya pada Kamis (20/02) sore. Proyek mercusuar OSIS SMP & SMA SIA B.S. Bone yang dihadiri sekolah-sekolah di 5 Kabupaten se SUL-SEL ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kab.Bone yang mewakili Bupati Bone yang berhalangan hadir. Peserta dan tamu undangan dihibur dengan berbagai macam atraksi hasil kreasi Ekstrakurikuler SMP-SMA Islam Athirah Bone. Kegiatan yang dilaksanakan untuk kedua kalinya ini memperebutkan trofi dan uang pembinaan dalam lomba bidang akademik (MIPA, IPS, Bhs. Inggris, dan Matematika) dan seni tingkat SD dan SMP. "Acara yang terbilang kolosal ini dilaksanakan untuk memunculkan generasi yang cerdas, kompetitif dan berkarakter" Ujar Drs H. Zuhri Wail,  Kepala Sekolah Islam Athirah Bone dalam sambutannya.(JJH)

Monday, August 8, 2011

Pujian yang menakutkan


Pujian Yang Menakutkan

Malam itu, saat saya sedang smsan dengan seorang teman wanita. Pada sebuah pesan saya menjelaskan tentang pentingnya membaca dan mengupgrade informasi. Setelah saya uraikan panjang pada pesan singkat yang saya kirim, dia kemudian melontarkan pujiannya, betapa saya adalah sosok yang cerdas.

Bila menggunakan pola pikir konvensional, tentu hal itu menambah saldo pujian yang telah masuk buat saya, dan idealnya bisa membuat saya lebih tinggi hati dan sedikit merasa berbangga. Namun berangkat dari hal itu, saya mulai merenung bahwa ternyata semua itu belum cukup untuk membuat saya seperti itu. Malah yang ada, pujian itu membuat saya menjadi terbebani. Terbebani oleh expectasi (harapan) yang besar dari mereka. Tentunya teman wanita saya itu punya alasan kenapa harus susah-susah memuji saya.

Saat itu saya mulai berpikir, ternyata selama ini saya seperti hidup dalam sebuah kurungan, kurungan yang dilabeli dengan pujian. Sebuah control sosial yang keliahatannya positif, tetapi bisa menggiring kita ke dalam perilaku dan sifat negative. Sebuah pujian ternyata dapat menuntun seseorang untuk sadar bahwa sebenarnya dalam pujian itu terdapat perintah bahwa selayaknya kita harus menyelaraskan dan mengkonsistensikan antara pujian yang dilontarkan dengan kenyataan yang kita alami dan yang akan kita alami.

Pujian itu akhirnya dapat menjadi sebuah batasan buat kita agar tidak melanggar norma-norma yang telah dibatasi oleh pemuji. Segala perilaku dan sikap yang kita ambil akan lebih terarah dan kita bisa lebih memperhatikan apakah itu pantas atau tidak kita lakukan. Sedikit saja kita salah melangkah, mereka akan menyoroti kita, yang akhirnya pujian itu malah menjadi cacian sebagai buntut dari sikap skeptis yang muncul saat mereka melihat kita tidak berperilaku sebagaimana yang mereka pujikan.

Sekalipun kita bukan orang suci, setidaknya setengah dari harapan mereka bisa kita penuhi. Seperti sebuah kredo yang menyatakan bahwa bila kita menginginkan sebuah sepeda motor, maka bermimpilah bisa membeli sebuah mobil, karena usaha maksimal yang kita kerahkan setidaknya dapat membuahkan setengah dari mimpi kita sebelumnya.

Bercermin dari pujian itu tidak selalu salah, mengingat sifatnya yang obyektif. Tapi kita jangan lupa bahwa kita juga punya kepribadian sendiri. Keperibadian yang membentuk karakter kita. Kita tidak harus sepenuhnya menjadi manusia bentukan persepsi manusia lain. Karakter dan prinsip pribadi yang menurut kita baik harus tetap kita pertahankan. Itu identitas kita.

Kita bisa buat kesimpulan bahwa pesan yang dikatakan pendahulu kita kalau jangan terlena dengan pujian itu 99% benar. (aku tidak mengatakan 100% karena sesuatu bisa berubah di lain hari, jadi 1 %nya kita simpan buat masa depan) Jadi, Selama sebuah pujian itu sifatnya membangun dan memotivasi, why not. Yang penting jangan bersikap selfish sampai jadi orang apatis, karena itu yang bisa membangun persepsi orang bahwa kita orang yang sombong. Sebuah kata yang kurang popular buat penggemar kita (narsis dikit halal kan.hehehehe)

Wednesday, August 3, 2011

kirain lama taunya cepet lho! Salut.


Sekecil apapun sesuatu yang dilakukan, kalo itu sebagai bentuk tanggung jawab atas kesalahan patut untuk dihargai. seperti kasus yang saya alami saat memboyong kartu perdana Flash dari sebuah counter. Dalam benak saya Kartu Perdana yang saya tebus dengan 60 rb tersebut berisi pulsa 55rb dan siap untuk dipakai berselancar d dunia maya. tapi apa dinyana, begitu akan didaftar paket 50 rb, pulsanya tidak mencukupi dan berisi cuma 10 rb rupiah. dua kali complain dua kali pula saya harus menelan kekecewaan karena tidak bertemu dengan si penjaga counter. tak pelak hal itu menimbulkan prasangka buruk. sepanjang salat terawih yang ada dalam benak saya hanya rangkaian kata-kata pedas untuk memberi pelajaran sang penjaga counter bilamana menolak mengganti pulsa yang menjadi hak saya tersebut. Setelah Tarwih selesai sy putuskan untuk kembali mendatangi counter dimana saya beli kartu tersebut, dalam perjalanan menuju komplain ke3, saya sudah siap untuk mengeluarkan unek2 2011 yang sedari siang saya simpan.
singkat cerita begitu saya ketemu dengan penjaga yang saya maksud, semua keluhan saya sampaikan (tp dengan kt2 yg lebih sopan tentux). Dengan muka menyesal ia memutuskan untuk mengganti pulsa saya yg hilang itu dengan uang 40.rb sbg bentuk tanggung jawab atas kekurangan pulsa yang dimaksud meski sebelumnya menyarankan saya untuk ke Grapari terdekat. kaget juga sebenarnya, karena diluar perkiraan dan prasangka saya.Saat hendak menyerahkan uang tersebut, saya putuskan untuk tidak menerimanya dan mengatakan agar uang itu diganti pulsa saja sehingga dia tidak merasa merugi.
akhirnya,, lepas beban pikiran yang dah ngendon sedari siang. lega rasanya bisa menyelesaikan dengan baik with win-win solution. andai saja semua penjual pulsa seperti itu dan sadar atas kesalahan serta tau bagaimana memperlakukan konsumen saya rasa korupsi akan mudah dibrantas (lho! apa hubungannya yach??). Tau' deh, yang penting pulsa gw balik dan bisa kembali menjelajah dunia maya d bulan puasa ini.. lets go!!! go Fast (meski "lama.......")

Meningkatkan Kualitas Pendidikan Indonesian Melalui Peran dan Kontribusi Perguruan Tinggi

  Oleh Dosen IAIN Bone_ Evelina Satriya Salam, S.Pd.,M.Pd.   Pendidikan merupakan pilar utama kemajuan suatu bangsa, dan guru adalah jan...